Home > Wirausaha > Mengukur keberhasilan aktifitas pemasaran

Mengukur keberhasilan aktifitas pemasaran

Pemasaran merupakan ujung tombak bagi sebuah perusahaan untuk mendapatkan cash flow optimal, karena bagaimanapun cash flow merupakan urat nadi dari keberlangsungan operasional, bahkan hidup matinya perusahaan itu sendiri. Oleh karenanya beberapa perusahaan akan terlebih dahulu melakukan segala upaya untuk terjadinya transaksi. Bagi perusahaan kecil yang baru start up bahkan harus berjualan terlebih dahulu dengan sedikit mengesampingkan urusan produksi maupun laporan keuangan (baca sistem akuntansi), yang terpenting adalah bagaimana produknya laku terjual dan ada uang masuk.

Itu salah satu point diskusi saya dengan Mas Kristiawan, owner dari Bimbel Primaganesha dan Raden Mas Novia Mofied, pemuda nyentrik pemilik kostumbola.com yang boleh dikatakan selalu bersemangat muda… Dua orang pengusaha “hebat” ini tiba-tiba saja muncul dirumahku tanpa diundang dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan lebih parahnya pada saat “kantorku” sudah tutup… lol. Ditemani secangkir kopi dan beberapa makanan ringan obrolan kami terus berlanjut ….

Kegiatan dalam pemasaran produk/jasa — dalam Business Model merupakan salah satu dari Key Activities– seharusnya dilakukan secara terencana dan terukur.  Secara umum kegiatan tersebut meliputi :

  • Penyebaran brosur
  • Pemasangan spanduk/baliho
  • Mengirimkan proposal langsung kepada client/calon client (hardcopy maupun softcopy)
  • Presentasi di hadapan client/calon client
  • Iklan di media massa
  • Pemberian diskon, voucher
  • Informasi melalui website
  • Dll

Pada kebanyakan perusahaan kecil (baca UKM), seringkali berbagai kegiatan diatas dilakukan namun tanpa melakukan analisa dampak dari setiap kegiatan tersebut (tidak terukur hasilnya).

Analisa dari setiap kegiatan pemasaran sesungguhnya penting untuk dilakukan, agar kita mengetahui efektif atau tidaknya dari setiap aktivitas tersebut. Oleh karenanya perlu dibuat tabel untuk setiap kegiatan tersebut yang meliputi : nama kegiatan, waktu pelaksanaan, target customer, biaya yang dibutuhkan dan pada bagian berikutnya adalah sejauh mana efektivitas dari kegiatan ini.

Pertanyaannya adalah seperti apa metode pengukurannya dan bagaimana pula parameternya? Ada banyak cara dan umumnya memang tidak standar, misalnya :

  • Mencatat seberapa besar peningkatan jumlah konsumen yang datang/ bertanya/transaksi sebelum dan sesudah dilakukan aktivitas tersebut.
  • Menanyakan kepada customer dari mana mendapatkan informasi tentang perusahaan Anda.
  • Memberikan pooling atau kuisioner kepada customer/masyarakat umum.

Setelah mengetahui hasil dari analisa tersebut, Anda dapat menentukan kegiatan mana yang memiliki dampak signifikan menaikkan penjualan Anda serta berapa biayanya.

Baiklah sobat, ini dulu bahasan kita kali ini, mari kita berdiskusi…….

Categories: Wirausaha
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: